[Tempat Kuliner di Indonesia]
✿ Kuliner Solo : 11 Kuliner ini Wajib Kamu Coba Saat ke Solo.
Solo punya segudang kuliner khas. "Eh di sini kuliner
khasnya apa? Cobain yuk!" Pertanyaan seperti itu pasti sangat sering
muncul saat kamu mengunjungi suatu daerah. Iya kan?
Wajar lah, setiap daerah pasti punya kuliner khas, baik itu
makanan berat ataupun makanan ringan yang bisa jadi oleh-oleh. Maka nggak heran
jika saat mengunjungi suatu daerah, kamu pasti ingin mencicipi kuliner khas
daerah tersebut. Apalagi jika kuliner itu benar-benar istimewa dan nggak
ditemui duplikatnya di daerah lain.
Salah satu kota yang dianggap kaya akan aneka kuliner adalah
Solo. Ya, salah satu kota budaya itu punya segudang kuliner khas. Nah, saat
kamu memilih berlibur ke Solo, sempatkanlah untuk mencicipi kuliner khasnya.
Berikut 11 kuliner khas Solo yang kudu kamu cicipi, kalau ada kesempatan pergi
ke Solo.
1. Pecel Ndeso di Warung Tempo Doeloe Solo.
Saat kamu ke Solo, kamu wajib buat mencicipi pecel yang berbeda di Solo. Pecel
ala Solo yang disebut Pecel Ndeso ini terdiri dari beras merah yang dicampur
sayur dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang, daun kenikir, daun petai
cina, bunga turi, dan kacang panjang, sambal wijen putih atau hitam.
Nggak sulit buat mencari sajian kuliner ini di Solo. Salah
satu yang terkenal legendaris adalah Pecel Ndeso Waroeng Tempo Doeloe. Letaknya
di Jalan Dr Soepomo No 55 Mangkubumen Solo. Warung Pecel Solo buka dua kali
setiap harinya, yaitu pukul 08.00–16.00, dan 18.00–22.00. Kamu juga bisa
menjajal Pecel Ndeso di Pasar Gede Harjonagoro, tapi di tempat ini Pecel Ndeso
hanya ada pagi hari.
2. Tengkleng Bu Edi di dekat Pasar Klewer.
Tengkleng yang menjadi kuliner khas Solo ini cocok sekali disantap untuk makan
siang. Bahan baku tengkleng adalah tulang kambing dengan sedikit daging yang
menempel dan kuah yang pedas-manis membuat kuliner ini selalu diburu wisatawan.
Tengkleng Bu Edi di bawah gapura Pasar Klewer adalah salah
satu rekomendasi. Warung Tengkleng Bu Edi ini buka saat jam makan siang sekitar
pukul 12.00 WIB. Tapi sebelum warung buka, biasanya sudah banyak pelanggan yang
antre. Selain Warung Tengkleng Bu Edi, banyak juga tempat di Solo yang menjual
tengkleng kok.
3. Cabuk Rambak Yu Temu.
Cabuk rambak adalah makanan dengan menu utama ketupat. Yang membedakan dengan
makanan ketupat di daerah lain adalah bumbunya. Bumbu cabuk rambak memakai
wijen yang digoreng bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri dan gula
merah dengan tambahan kerupuk karak.
Cabuk rambak yang terkenal adalah Cabuk Rambak Yu Temu di
Jalan Menteri Supeno, sebelah utara kompleks Stadion Manahan. Tapi selain itu
cabuk rambak juga banyak dijual keliling kampung dan beberapa tempat di Solo.
4. Sate Buntel Mbok Galak.
Sate buntel adalah sate kambing khas Kota Solo. Terbuat dari daging kambing
yang dicincang, lalu diberi bumbu bawang dan merica. Terus kenapa diberi nama
Sate Buntel? Ternyata sate ini dibuntel atau dibungkus dengan lemak kambing,
wah!
Sate buntel yang terkenal bisa didapatkan di Sate Kambing
Mbok Galak Jalan Mangunsarkoro No 122 Solo. Tempat ini bahkan disebut sebagai
tempat favorit Presiden Jokowi dan Soeharto untuk menikmati sate buntel.
5. Nasi Liwet Wongsolemu.
Nasi liwet yang khas Solo juga perlu dicicipi. Rasanya gurih seperti nasi uduk
karena dimasak dengan campuran santan. Nasi liwet biasanya disajikan dengan
pincukan daun. Biasanya dihidangkan dengan sambal goreng labu siam, suwiran
daging, telur, dan areh atau santan kental bagian atas yang direbus.
Nasi Liwet Wongsolemu bisa jadi rujukan buat kamu. Terkenal
sejak 1950, warung ini berada di Jalan Teuku Umar, Keprabon, Solo. Selain itu
juga banyak warung yang menjual nasi liwet di Solo.
6. Timlo Sastro di dekat Pasar Gede.
Timlo juga menjadi sajian khas Solo. Timlo Solo merupakan sajian berkuah bening
yang berisi sosis ayam yang dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati
dan ampela ayam. Berbeda dengan daerah lain, timlo di Solo tidak memakai soun dan
jamur.
Timlo Sastro, timur Pasar Gede yang buka pukul 17.00 WIB
bisa jadi rujukan buat kamu. Timlo Solo di Jalan Urip Sumoharjo yang buka pukul
09.00-21.00 WIB juga bisa jadi alternatif.
7. Serabi Notosuman.
Serabi khas Solo terbuat dari adonan tepung beras, gula pasir, santan. Serabi
berbentuk bulat dengan kerak di sekelilingnya yang kering dan renyah.
Serabi yang paling legendaris di Solo adalah Serabi
Notosuman yang terletak di Jalan M Yamin 28 Serengan, Solo. Serabi biasa
dijadikan oleh-oleh mereka yang berwisata ke Solo. Jika nggak sempat ke Serabi
Notosuman, kamu juga bisa mencicipi serabi yang ada di warung kaki lima di
Jalan Slamet Riyadi setiap sore hingga malam.
8. Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede.
Dawet telasih juga jadi kuliner khas Solo. Dawet ini juga berbeda dengan dawet
pada umumnya. Dawet ini berisi cendol dari tepung beras, ketan hitam, selasih
dan disiram dengan sirup dari gula kelapa.
Dawet Telasih Bu Dermi yang terletak di dalam Pasar Gede
Harjonagoro bisa jadi rekomendasi. Dawet ini sudah dikelola tiga generasi lho!
Sensasi menikmatinya dengan berdiri memberikan kesan yang berbeda.
9. Gudeg Ceker Bu Kasno.
Tambahan ceker pada gudeg di Solo ini membuatnya berbeda dengan gudeg yang ada
di Jogja. Ceker direbus dengan bumbu santan sehingga terasa lunak dan lezat.
Gudeg Ceker Bu Kasno yang terkenal banyak menjadi jujugan
para penikmat gudeg yang ingin merasakan sensasi berbeda. Gudeg ini terletak di
Jalan Monginsidi Margoyudan Solo.
10. Tahok Pak Citro.
Tahok merupakan kuliner tradisional yang dibawa para pendatang Tionghoa yang ke
Solo. Tahok terbuat dari ampas kedelai yang menggumpal seperti agar-agar
lembek, kemudian disiram dengan kuah dari campuran gula dan jahe sehingga
terasa hangat.
Tahok Pak Citro di Pasar Gede Harjonagoro bisa menjadi
tujuanmu. Selain itu pedagang Tahok juga dapat dijumpai di sebelah utara Kretek
Gantung dan Lodji Wetan.
11. Gempol Pleret Pak Suhar.
Gempol Pleret juga jadi minuman khas Solo. Gempol Pleret terbuat dari tepung
beras yang dipapatkan dan dibentuk bulat pipih, sedangkan pleret terbuat dari
adonan tepung beras dan gula Jawa. Keduanya dicampur dengan es batu, santan,
dan semacam saus yang terbuat dari campuran gula Jawa dan gula pasir.
Gempol Pleret Pak Suhar yang terletan di Jalan Dr Wahidin,
di samping Majid Telagasari Solo, bisa jadi rujukanmu. Buka pukul 10.00 pagi
hingga pukul 16.00 sore, warung es ini selalu ramai pengunjung.
Itulah 11 kuliner yang bisa jadi rekomendasi buatmu saat
berkunjung ke Solo. Gimana, cukup tergoda buat secepatnya berwisata ke Solo?
※ Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.
“Bila kau tak tahan
lelahnya belajar maka kau harus tahan menanggung perihnya kebodohan” (Imam
Syafi’i)
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact